Headlines :
Home » » PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA

Diposkan oleh kareba toraja pada Thursday, 1 November 2012 | 11:39


PENDIDIKAN MULTIKULTURAL



UNIT 5 :  PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA

SUBUNIT 2 : PRINSIP PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL di INDONESIA

Latihan

1. Jelaskan hubungan antara makna Pendidikan Multikultural dengan pengembangan Pendidikan Multikultural ?
Jawab :
Hubungan antara makna Pendidikan Multikultural dengan pengembangan Pendidikan Multikultural dimaknai secara berbeda-beda. Ada yang menekankan pada karakteristik kelompok yang berbeda, sedangkan yang lain menekankan masalah sosial (khususnya tentang penindasan), kekuasaan politik, dan pengalokasian sumber ekonomi. Ada yang memfokuskan pada keragaman etnis yang berbeda, sedangkan yang lain berfokus pada kelompok dominan di masyarakat. Makna yang lain membatasi pada karakteristik sekolah lokal, dan yang lain memberi petunjuk tentang reformasi semua sekolah tanpa memandang karakteristiknya.
2. Jelaskan hubungan antara sejarah Pendidikan Multikultural dengan pengembangan Pendidikan Multikultural ?
Jawab :
Hubungan antara sejarah Pendidikan Multikultural dengan pengembangan Pendidikan Multikultural yaitu bermula pada gerakan hak-hak sipil dari berbagai kelompok yang secara historis memang selalu terabaikan dan tertindas. Pendidikan Multikultural timbul dari munculnya gerakan hak-hak sipil di Amerika tahun 1960-an yang mulai menyadari dan menuntut hak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tujuan utamanya menghilangkan diskriminasi dalam akomodasi umum, perumahan, tenaga kerja, dan pendidikan. Konsep pendidikan multikultural di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada yang menganut konsep demokratis karena sejak kelahiran dan sejarahnya memang bersorak multikultural, hal ini bukan barang baru lagi. Mereka telah berupaya melenyapkan diskriminasi rasial untuk tujuan memajukan dan memelihara integritas nasional. Pendidikan Multikultural sebagai konsep senantiasa berkembang dan beragam.
3. Mampu menjelaskan tiga kelompok pemikiran yang biasa berkembang di Indonesia dalam menyikapi konflik yang sering muncul Indonesia.
Jawab :
Tiga kelompok pemikiran yang biasa berkembang di Indonesia dalam menyikapi konflik yang sering muncul Indonesia yaitu :
- Pertama, pandangan primordialis. Kelompok ini menganggap perbedaan-perbedaan yang berasal dari ikatan primordial seperti suku, ras, agama dan antar golongan merupakan sumber utama lahirnya benturan-benturan kepentingan.
- Kedua, pandangan kaum instrumentalis. Menurut mereka, suku, agama dan identitas yang lain dianggap sebagai alat saja, yang digunakan individu atau kelompok tertentu untuk mengejar tujuan yang lebih besar, baik dalam bentuk materiil maupun non-materiil. Konsepsi ini lebih banyak digunakan oleh politisi dan para elit untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas.
- Ketiga, kaum konstruktivis, yang beranggapan bahwa identitas kelompok tidak bersifat kaku, sebagaimana yang dibayangkan kaum primordialis. Etnisitas, bagi kelompok ini, dapat diolah hingga membentuk jaringan relasi pergaulan sosial.
4. Mampu menyebutkan tujuan Pendidikan Multikultural di Indonesia
Jawab :
Pendidikan Multikultural di Indonesia  bertujuan untuk  mengembangkan literasi etnis dan budaya, perkembangan pribadi, klarifikasi sikap dan nilai, kompetensi sosial multikultural, kemampuan ketrampilan dasar, persamaan dan keunggulan .



Tes Formatif 2
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan!
1.Pendidikan Multikultural sebagai ide berimplikasi pada ….
a. penambahan bahan ajar
b.pengubahan semua komponen kegiatan pendidikan
c. program studi
d. aksi yang terencana secara terus menerus dan membutuhkan investasi waktu jangka panjang
Jawab :  a. penambahan bahan ajar
2.Pendidikan Multikultural sebagai proses berimplikasi pada ….
a.penambahan bahan ajar
b.pengubahan semua komponen kegiatan pendidikan
c.program studi
d.aksi yang terencana secara terus menerus dan membutuhkan investasi waktu jangka panjang
Jawab :  d.aksi yang terencana secara terus menerus dan membutuhkan investasi waktu jangka     panjang
3.ASCD Komisi Pendidikan Multikultural menegaskan bahwa Pendidikan Multikultural berhubungan dengan....
a. konsep humanistik, kualitas pendidikan, pemenuhan budaya siswa, masyarakat pluralistik sebagai kekuatan positif dan pemahaman masyarakat global
b. kebijakan dan praktek yang menunjukkan penghormatan terhadap keragaman budaya melalui filsafat pendidikan, komposisi dan hierarkhi staff, materi pembelajaran dan prosedur evaluasi
c. reformasi sekolah dan reformasi pendidikan dasar yang komprehensif
d. gerakan persamaan, pendekatan multikultural, proses menjadi multikultural, dan komitmen memerangi prasangka dan diskriminasi
Jawab :  a. konsep humanistik, kualitas pendidikan, pemenuhan budaya siswa, masyarakat pluralistik sebagai kekuatan positif dan pemahaman masyarakat global
4.Nieto berpandangan bahwa Pendidikan Multikultural berhubungan dengan....
a.konsep humanistik, kualitas pendidikan, pemenuhan budaya siswa, masyarakat pluralistik sebagai kekuatan positif dan pemahaman masyarakat global
b.kebijakan dan praktek yang menunjukkan penghormatan terhadap keragaman budaya melalui filsafat pendidikan, komposisi dan hierarkhi staff, materi pembelajaran dan prosedur evaluasi
c.reformasi sekolah dan reformasi pendidikan dasar yang komprehensif
d.gerakan persamaan, pendekatan multikultural, proses menjadi multikultural, dan komitmen memerangi prasangka dan diskriminasi.
Jawab :  c.reformasi sekolah dan reformasi pendidikan dasar yang komprehensif
5.Orang yang berpendapat bahwa Pendidikan Multikultural berkaitan dengan kebijakan dan praktek yang menunjukkan penghormatan terhadap keragaman budaya melalui filsafat pendidikan, komposisi dan hierarkhi staff, materi pembelajaran dan prosedur evaluasi adalah.....
a. Bennet
b.Komisi Pendidikan Multikultural ASCD
c. Nieto
d.Grant
Jawab :  d.Grant
6. Kelompok yang berpandangan positif yang menganggap etnis sebagai sumber kekayaan untuk saling mengenal dan memperkaya budaya adalah….
a. pandangan primordialis
b. pandangan kaum instrumentalis
c. kaum konstruktivis
d. pandangan kaum reformis
Jawab :  c. kaum konstruktivis
7.Pendidikan Multikultural sebagai ide, gerakan reformasi dan proses tidak dilakukan sambil lalu namun benar-benar direncanakan secara sistematis. Tiga hal di atas tidak akan dapat dicapai bila hanya dicantumkan sebagai satu pokok bahasan atau sub pokok bahasan dalam satu bidang studi. Hal di atas adalah latar belakang pengembangan kurikulum sebagai….
a. reformasi total kurikulum
b. penambahan bahan ajar
c. mata pelajaran khusus Pendidikan Multikultural
d. pembenahan struktur organisasi
\Jawab :  c. mata pelajaran khusus Pendidikan Multikultural
8.Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk pengembangan Pendidikan Multikultural di Indonesia adalah....
a. total kurikulum
b. penambahan bahan ajar
c. mata pelajaran khusus Pendidikan Multikultural
d. pembenahan struktur organisasi
Jawab :  b. penambahan bahan ajar
9.Yang bukan termasuk dalam asas-asas Pendidikan Multikultural adalah....
a. asas persatuan dalam perbedaan (wawasan nasional/kebangsaan)
b. perbedaan dalam persatuan (Bhineka Tunggal Ika) dan
c. kesederajatan, keselarasan, keserasian dan keseimbangan
d. keadilan sosial dan kemakmuran
Jawab :  d. keadilan sosial dan kemakmuran
10.Yang tidak termasuk prinsip yang digunakan dalam menyusun program Pendidikan Multikultural, adalah ....
a. pedagogik kesetaraan (equity pedagogy)
b. manusia yang berbudaya
c. globalisasi budaya
d. global village
Jawab :  d. global village







Klik suka dan bagikan postingan ini :

0 comments:

Sebagai pembaca yang baik tinggalkan pendapat serta komentar Anda mengenai Artikel di atas.

Terimakasih atas kunjungan Anda | Tuhan Memberkati

Klik LIKE dan Ikuti

Tulis Saran dan Kritik disini.!
 
Desain by : KAREBA TORAJA - Powered by Blogger
KAREBA TORAJA :Sebagian isi dari blog ini dihimpun dari berbagai Sumber Berita terpercaya yang Kami cantumkan sebagai " Sumber ".
Hak cipta © 2014 KAREBA TORAJA dilindungi. => Back to Top