Headlines :
Home » » DIMENSI-DIMENSI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN

DIMENSI-DIMENSI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Diposkan oleh kareba toraja pada Wednesday, 31 October 2012 | 11:15


TUGAS II : DIMENSI-DIMENSI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PERTANYAAN LATIHAN
1.Sebutkan dan jelaskan pendapat anda tentang dimensi-dimensi yang terdapat dalam administrasi pendidikan.
Jawab :
Dimensi-dimensi yang terdapat dalam administrasi pendidikan yaitu:
a).Administrasi pendidikan dilihat sebagai suatu poses kegiatan manajemen.
Artinya pengelolaan terhadap seluruh substansi pendidikan bagi seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi selaku administrator, sangat diharapkan memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang positif terhadap seluruh fungsi-fungsi manajemen pendidikan.
b).Administrasi pendidikan dilihat sebagai kegiatan kepemimpinan(leadership) dan perilaku manusia(human behavior).
Artinya konsep ini menjelaskan administrasi pendidikan sebagai suatu proses sosial, dimana perilaku diterima sebagai fungsi dari dimensi-dimensi nomotetik dan idiografik dari suatu sistem sosial.
2.Sebutkan dan jelaskan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam fungsi manajemen administratif dan kegiatan-kegiatan dalam fungsi manajemen operatif.
Jawab :
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam fungsi manajemen administratif yaitu:(a)Perencanaan(planning),(b)pengorganisasian(organizing),(c)bimbingan/pengarahan(directing/commanding),(d)koordinasi(coordinating),(e)pengawasan (controlling), dan (f) komunikasi (communication).
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam fungsi manajemen operatif pelaksanan ini meliputi : (a) tata usaha; (b) perbekalan; (c) kepegawaian; (d) keuangan; (e) hubungan masyarakat.

3.Sebutkan fungsi-fungsi manajemen yang anda ketahui dan buatkanlah sebuah daftar spesifikasi untuk mengelompokkan masing-masing fungsi tersebut, sesuai kedudukannya.
Jawab:
Fungsi-fungsi manajemen antara lain : Planning, organizing, directing, staffing, coordinating, communicating, controlling, evaluating.
Daftar spesifikasi sesuai dengan kedudukannya yaitu :
-Fungsi secara teoritik : planning,organizing,dan controlling
-Fungsi secara proses : planning, directing, staffing, coordinating, communicating, controlling /evaluating.
4.Sebutkan dan dan jelaskan macam-macam teknik manajemen dalam administrasi pendidikan, baik yang tradisional maupun modern.
Jawab:
Teknik manajemen konvensional (tradisional) lebih menekankan pada aspek mekanisasi dan hubungan kemanusiaan, karena unsur pengakuan rasional kurang banyak mendapat perhatian. Teknik manajemen konvensional dibagi atas empat jenis, yaitu:
(a)Management by personality, yakni teknik manajemen yang dalam pelaksanaannya banyak menonjolkan kepribadian yang diwariskan oleh pengakuan akan kewibawaannya dalam mengendalikan organisasi.
(b)Management by costum, yakni teknik manajemen yang lebih banyak memperhatikan kebiasaan yang pernah berjalan dan sedang dipakai dalam pengadministrasian. misalnya kerja-sama dalam bentuk gotong-royong,  dan sebagainya.
(c)Management by reward, yakni teknik manajemen yang menimbulkan dorongan untuk bekerja dengan diberi motivasi extrinsic. orang dianggap mempunyai kemauan untuk bekerja  apabila diberi motivasi seperti pujian, hadiah-hadiah yang sesuai dengan kesenangannya. karena itu produktivitas kerja dalam organisasi ini akan meningkat apabila motivasi ini tetap dipertahankan, dan akan menurun bila motivasi tersebut diabaikan.
(d)Management by ligitimation, yaitu teknik manajemen yang dijalankan disertai dengan pembatasan-pembatasan berupa aturan-aturan norma-norma) yang dipaksakan kepada para anggota untuk mengikutinya. keadaan demikian ini akan menimbulkan suasana karyawan yang penuh dengan ketakutan.
Teknik manajemen modern yang dianggap masih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern antara lain sebagai berikut:
(a).Management by delegation, memberi wewenang dan tanggung jawab kepada setiap pimpinan bagian (unit kerja) dan kepercayaan ini biasa dilimpahkan pula kepada bawahannya (unit terkecil) dibawahnya sesuai dengan tanggung jawabnya dalam kesatuan hirarki yang saling menunjang.Teknik semacam ini memberikan pengakuan dan kepercayaan atas prestasi dan kemampuan pada para bawahan (anggotanya).
(b).Management by system, dilaksanakan dengan melihat kompenen-komponen yang ada dalam organisasi sebagai suatu kesatuan yang utuh dan saling menunjang. komponen-komponen tersebut sangat berpengaruh yang sama pentingnya sehingga salah satunya kurang maka akan mempengaruhi seluruh sistem yang ada.
(c).Management by objectives, yaitu teknik manajemen yang pelaksanaan seluruh kegiatannya berorientasi kepada tujuan sebagai kriteria atau patokan keberhasilan. proses manajemen yang berhasil adalah yang dapat mencapai tujuan. (Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, 1982:267-269).
(d).Bagaimanapun penerapan teknik-teknik manajemen modern telah dianggap efektif dalam administrasi pendidikan akan tetapi dalam prakteknya teknik manajemen konvensional masih tetap di perlukan, proses manajemen dalam administrasi pendidikan masih tetap menerapkan kedua teknik manajemen tersebut secara terpadu sesuai dengan situasi dan kondisi serta kenyataan-kenyataan praktis yang ada dalam organisasi pendidikan.
5.Jelaskan pendapat anda bahwa administrasi pendidikan itu dapat ditinjau sebagai suatu proses sosial.
Jawab:
     Administrasi pendidikan dapat ditinjau sebagai suatu proses sosial karena alasan sebagai berikut :
(a) Dari segi strukturnya (structurally), administrasi pendidikan dipandang sebagai interaksi hubungan antara atasan dan bawahan dan dalam suatu sistem sosial.
(b) Dari segi fungsinya (functionally), tingkatan hubungan yang menunjukkan sebagai tempat menetapkan dan mengintegrasikan berbagai peranan dan fasilitas untuk mencapai tujuan dari sisitem sosial tersebut.
(c) Dari segi pelaksanaannya (operationally), yaitu proses administrasi pendidikan dangan segala konsekuensinya di dalam situasi sosial yang meliputi interaksi dari orang ke orang. Dalam proses demikian inilah penunjukan kedudukan, pengadaan fasilitas, organisasi prosedur, pengaturan kegiatan, dan penilaian pelaksanaan kegiatan itu terjadi. Dalam keadaan demikian, administrasi pendidikan menunjukan suatu mekanime kerja/jaringan kerja yang melibatkan saling interaksi antar manusia, alat dan bahan (kurikulum) serta fasilitas lainnya dalam proses pelaksanaan untuk mewujudkan tujuan organisasi.
6.Bagaimana tingkah laku sosial seorang guru dilihat dari segi peranan (role) dan    kepribadian (personality)?
Jawab :
Peranan dan kepribadian seorang guru dalam berbagai situasi harus tetap berada pada posisi netral.Artinya, peranan dan kepribadian seorangguru hendaknya seimbang dalam interaksinya. Peranan tidak lebih dominan dari kepribadian begitupun dengan sebaliknya.

8.Jelaskan secara singkat disertai sebuah contoh konkrit tentang konflik peranan dalam institusi dengan keputusan pribadi, konflik peranan dengan peranan maupun konflik pribadi dengan pribadi.
Jawab :
(a)   Konflik peranan dalam institusi dengan keputusan pribadi yaitu konflik yang terjadi dimana peranan dan keputusan pribadi sama-sama harus mendapatkan prioritas.Contoh,seorang Kepala Sekolah sedang memimpin rapat penaikan kelas.Pada saat yang bersamaan anaknya mengalami kecelakaan dan harus ia harus memberikan donor darah untuk anaknya.
(b)   Konflik peranan dengan peranan yaitu konflik yang terjadi dimana satu peranan yang sama tidak dapat bekerja sama karena kepentingan yang berbeda.Contoh, seorang Kepala Sekola tidak mau di supervisi oleh seorang pengawas dari kelompok yang berbeda karena berbeda kepentingan.
(c)   Konflik pribadi dengan pribadi yaitu konflik yang terjadi dimana pribadi yang satu dengan pribadi lainnya dalam satu kelompok memilki kepentingan yang berbeda.Contoh,seorang guru kelas 5 menginginkan program pengadaan buku paket pelajaran dari sekolah sedang guru kelas 6 menginginkan program pengadaan laptop untuk media pembelajaran.
9.Gunakan rumus yang ada dalam diktat ini dan carilah hubungan yang harus terjadi dalam organisai pendidikan jika seorang kepala sekolah mempunyai 25 orang bawahannya (guru).
Jawab :
Rumus : H = S (P+1) (P/2)
dimana : H = hubungan, P = orang yang bekerja, dan S = sifat / watak pribadi
Hubungan yang terjadi jika seorang kepala sekolah mempunyai 25 orang bawahan(guru) :
H = S (25 +1) (25/2) = 26 x 12,5 = 325
Ini berarti, seorang kepala sekolah yang bekerja dengan 25 orang guru akan melayani 325 hubungan/watak pada sekolah yang dipimpinnya.
10.Berdasarkan hasil perhitungan pada pertanyaan nomor 9 di atas, coba anda buat sebuah gambar (sosiometri) yang merupakan gambaran dari hubungan-hubungan tersebut.
Netralisir
 
Conation
 
Emosi
 
Kognisi
 
Persepsi
 
Perilaku
 
Kepercayaan
 
S I K A P
 
1. Latar belakang sosial ekonomi
2. Pendidikan dalam keluarga
3. Situasi masa kini
4. Tujuan-tujuan yang akan datang

 
Text Box: PRO KONTRA

                                                                                          





Jawab :






 


















KEPALA SEKOLAH
 
Guru
 
                   Hubungan                                                                        hubungan

Guru
 
                      watak                                                                              watak
 

Guru
 
                                                                        
Guru
 
 

                                                                       watak       Hubungan
 




11.Sebutkan dan jelaskan sifat-sifat apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang kepala sekolah selaku pemimpin pendidikan.
Jawab :
Sifat-sifat yang harus dimilki oleh seorang kepala sekolah selaku pemimpin pendidikan :
a).partisipatif dalam setiap kegiatan-kegiatan sekolah
b).kooperatif dalam setiap hal
c).membina hubungan yang akrab dengan semua stakeholder pendidikan.
d).mampu bertanggung jawab
e).fleksibilitas dalam bekerja
f).punya kreativitas untuk mengembangkan dan memajukan sekolah
g).objektif dan rasional dalam segala tindakan
12.Jelaskan secara singkat konsep kepemimpinan di bawah ini:
a.     Kepemimpinan sebagai traits within the individual leader
b.     Kepemimpinan sebagai suatu function of the group
c.     Kepemimpinan sebagai suatu function of the situation
Jawab :
a.     Kepemimpinan sebagai traits within the individual leader
Menurut konsep ini,kepemimpinan adalah sesuatu yang ada pada diri seseorang,sesuatu yang dapat diberikan kepada orang lain/kelompok,dan dapat di terapkan dalam berbagai situasi sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang sama dalam kelompok dan situasi yang juga berbeda.Keberhasilan seorang pemimpin disebabkan oleh kelebihan daripada sifat-sifat yang dimilki oleh pemimpin itu sendiri.
b.     Kepemimpinan sebagai suatu function of the group
Menurut konsep ini,kepemimpinan itu dipandang sebagai suatu fungsi daripada kelompok.Bila konsentrasi pada kelompok makin besar,maka makin besar pula untuk mengobservasi tingkah laku,mengorganisir tindakan-tindakan kepemimpinan,melukiskan interaksi antara pemimpin dan yang dipimpin.Esensi kepemimpinan lebih ditekankan pada sifat suatu kelompok daripada sifat individu.Keberhasilan dalam kepemimpinan itu tergantung dari dan berorientasi kepada kemampuan kelompok.
c.     Kepemimpinan sebagai suatu function of the situation
Menurut konsep ini,kepemimpinan ini timbul, tumbuh, berkembang dan terwujud dalam aspirasi kelompok sebagai akibat dari rangsangan dan dorongan “situasi” untuk bergerak.
Kepemimpinan yang diharapkan adalah kombinasi dinamis dari fungsi individu, fungsi kelompok, dan fungsi situasi dalam proses kepemimpinan. Setiap pemimpin pendidikan diharapkan berada  pada kombinasi ketiga konsep kepemimpinan itu untuk melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinannya tanpa mengabaikan : (1) sifat daripada tugas yang dipercayakan; (2) watak daripada kelompok; (3) sifat-sifat daripada anggota kelompok (individu); (4) hubungan-hubungan para anggota kelompok tersebut; (5) iklim sosial (social climate) yang ada pada saat itu, dan (6) proposisi-proposisi kepemimpinan yang dianut.
13.Jelaskan secara singkat bentuk-bentuk dan jenis-jenis kepemimpinan pendidikan yang anda ketahui. Sebutkan ciri-ciri dari kepemimpinan tersebut secara jelas.
Jawab:
Bentuk- bentuk kepemimpinan pendidikan yaitu :
a).Tipe kepemimpinan otoriter(otokratis)
Tipe ini menggambarkan tipe pemimpin yang memegang kekuasaan penuh,lebih tertutup,tujuan pribadi adalah tujuan organisasi,bersifat memaksa yang kadang disertai dengan ancaman/hukuman.
b).Tipe kepemimpinan paternalistis
Tipe ini menggambarkan tipe pemimpin yang bersifat serba tahu dibanding bawahannya,pekerja keras,melindungi bawahan dalam semua situasi,dan ingin tetap memimpin dalam kondisi apapun.
c).Tipe kepemimpinan karismatis
Tipe ini menggambarkan tipe pemimpin yang mempunyai daya tarik yang luar biasa sehingga orang dengan sukarela mau menjadi pengikutnya.Pengikutnya terkesan patuh dan dengan hati yang ikhlas/sukarela bekerja untuk kepentingan pemimpin.
d).Tipe kepemimpinan laissez-faire.
Tipe ini mengambarkan tipe pemimpin yang hampir mirip dengan tipe paternalistis tapi kebalikan dari tipe otoriter dan militeristis.Tipe ini kedudukan pemimpin hanya sebagai symbol belaka, karena itu sering dijuluki sebagai pemimpin simbolis atau pemimpin kebapaan atau bos besar dan semacamnya.Pemimpin berfungsi sebagai penasihat dan bawahan yang mengambil keputusan lalu bertindak bila dirasa perlu/penting sehingga wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi kurang jelas.
e).Tipe kepemimpinan demokratis
Tipe kepemimpinan demokratis adalah yang paling tepat (ideal) untuk suatu organisasi modern dewasa ini, termasuk organisasi lembaga-lembaga kependidikan.Pemimpin mengedepankan hak-hak asasi,berusaha membuat keserasian,keseimbangan,dan kesetaraan,lebih terbuka dalam setiap tindakan dan kebijakan,serta menggunakan musyawarah mufakat dalam penyelesaian masalah.
Jenis-jenis kepemimpinan yaitu :
a).Pemimpin formal(formal leader) yaitu seseorang yang oleh organisasi tertentu diangkat atau ditunjuk berdasarkan surat keputusan pengangkatannya untuk memangku sesuatu jabatan dan menjalankan tugas-tugas kepemimpinan dengan segala hak dan kewajibannya untuk mencapai ssaran-sasaran yang telah ditetapkan.Dalam realisasinya kepemimpinannya belum tentu berlangsung efektif karena dipengaruhi oleh pola/bentuk kepemimpinan yang dijalankan.
b).Pemimpin informal(informal leader) yaitu pemimpin yang muncul dari dalam kelompok sebagai orang yang mampu menggerakkan dan mempengaruhi sehingga disenangi, dihormati, dan dipatuhi keputusan-keputusannya. Dari pemimpin informal ini diharapkan adanya peranan sosial (social role) tertentu yang terwujud dalam partisipasi masyarakat, yang karena kualitas-kualitas serta sarana tertentu yang dimilikinya diperkirakan akan dapat memenuhi harapan masyarakat. Peranan sosial tersebut sangat tergantung dari status yang dimiliki oleh pemimpin informal tersebut dalam masyarakat.
14.Jelaskan secara singkat, tugas-tugas pokok kepala sekolah selaku pemimpin pendidikan.
Jawab :
Tugas-tugas pokok kepala sekolah selaku pimpinan pendidikan yaitu :
a).Membantu orang-orang dalam masyarakat sekolah merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dengan jelas
b).Memperlancar proses belajar mengajar dengan mengembangkan pengajaran yang lebih efektif, dengan melalui kegiatan-kegiatan seperti: berinisiatif mencari penjelasan secara terus-menerus, membuat proses belajar mengajar menjadi pusat dari semua usaha organisasi pendidikan,membuat sarana yang memadai untuk perubahan institusional maupun individual,dan sebagainya.
c).Membentuk atau membangun suatu unit organisasi yang produktif.
d).Menciptakan suatu iklim di mana kepemimpinan pendidikan dapat tumbuh dan berkembang.
e).Membantu mencarikan dan memberikan sumber-sumber yang memadai untuk pengajaran yang efektif.
15.Substansi apa sajakah yang terdapat dalam administrasi pendidikan? Jelaskan !
Jawab :
Subtsansi yang terdapat dalam administrasi pendidikan yaitu :
a).Undang-Undang pendidikan yaitu segala peraturan yang mengikat baik itu untuk organisasi maupun personalia.
b).Personalia (untuk manajemen dan untuk melayani murid-murid) yaitu semua yang bekerja dalam organisasi pendidikan yang luas sampai yang terkecil.
c).Keuangan sekolah yaitu segala yang berkaitan dengan unsur-unsur-unsur pembiayaan operasional sekolah.
d).Pengawasan pendidikan yaitu hal yang berkaitan dengan monitoring dan supervisi terhadap elemen pendidik maupun sarana dan prasarana pendidikan.
e).Hubungan masyarakat yaitu komunikasi dan interprestasi keterangan dan gagasan dari instansi atau lembaga pendidikan/organisasi kepada publik agar tercipta sense of belongingness, sehingga dengan demikian terciptalah  persesuaian yang harmonis di antara kedua belah pihak.
f).Evaluasi, testing dan membuat raport yaitu kegiatan menilai proses kegiatan dan memberikan laporan tentang data hasil belajar siswa.
g). Pembangunan dan pemeliharaan gedung-gedung sekolah akan menunjang terciptanya sarana dan prasarana yang baik untuk kelancaran kegiatan operasional sekolah.
h).Hubungan sekolah dan masyarakat adalah aktivitas yang bertujuan untuk menciptakan kerjasama yang harmonis antara sekolah sebagai lembaga pendidikan dengan masyarakat untuk memperoleh simpati dan dukungan serta saling pengertian yang sebaik-baiknya dari masyarakat.

Klik suka dan bagikan postingan ini :

0 comments:

Sebagai pembaca yang baik tinggalkan pendapat serta komentar Anda mengenai Artikel di atas.

Terimakasih atas kunjungan Anda | Tuhan Memberkati

Jika pilkada digelar hari ini, pasangan calon manakah yang Anda akan pilih?

Klik LIKE dan Ikuti

Tulis Saran dan Kritik disini.!
 
Desain by : KAREBA TORAJA - Powered by Blogger
KAREBA TORAJA :Sebagian isi dari blog ini dihimpun dari berbagai Sumber Berita terpercaya yang Kami cantumkan sebagai " Sumber ".
Hak cipta © 2014 KAREBA TORAJA dilindungi. => Back to Top